soundcloud

Minggu, 23 Januari 2011

Vaksin Dalam Tanaman Pangan

Saat ini, pemberian vaksin merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk mencegah penularan berbagai penyakit yang disebabkan oleh bermacam-macam patogen. Sayangnya, penyediaan berbagai vaksin ini dirasakan sangat mahal dan sulit untuk menyimpan dan mendistribusikannya, terutama di negara-negara berkembang. Vaksin, yang umumnya diberikan melalui suntikan, harus dibuat dalam bioreaktor khusus dan membutuhkan pendingin untuk penyimpanan dan pendistribusiannya.

Keberhasilan penelitian di Universitas Maryland di Baltimore tahun 1998 membuka suatu era baru dalam produksi vaksin. Para peneliti di sana berhasil menyisipkan vaksin ke dalam tanaman pangan yang disebut edible vaccine. Jenis vaksin ini mempunyai harga lebih murah dan lebih efisien dalam hal penyimpanan dan pendistribusiannya. Prinsip dari teknologi ini adalah menyisipkan vaksin ke dalam tanaman pangan, sehingga ketika di makan akan merangsang tubuh manusia untuk membentuk kekebalan (menghasilkan antibodi) terhadap suatu penyakit.

Uji coba terhadap kentang transgenik yang disisipkan vaksin dari toksin E. Coli telah dilakukan terhadap 14 orang dewasa yang sehat. Sebelas orang yang dipilih secara acak mengkonsumsi kentang transgenik dan 3 orang lainnya mengkonsumsi kentang tanpa rekayasa genetika. Dari sampel darah yang dikumpulkan oleh 14 orang tersebut, sepuluh dari sebelas orang yang mengkonsumsi kentang transgenik mempunyai kadar antibodi dalam darah yang meningkat dan enam dari 11 orang tersebut menunjukkan peningkatan kadar antibodi intestinal. Kentang transgenik yang dikonsumsi juga tidak menunjukkan efek samping yang merugikan.

Tanaman pangan yang dipilih untuk membuat edible vaccine adalah tanaman yang dapat di konsumsi dalam keadaan mentah, seperti kentang, tomat, dan pisang. Beberapa edible vaccine yang di teliti di Maryland adalah sebagai berikut.
a. Kentang yang mengandung vaksin diare yang berasal dari toksin yang disekresikan oleh bakteri E. coli.
b. Kentang dan pisang yang mengandung vaksin diare yang disebabkan oleh virus Norwalk.
c. Kentang dan tomat yang mengandung vaksin hepatitis B.


Penelitian tersebut memicu berbagai penelitian tentang edible vaccine lainnya hingga saat ini. Berbagai penelitian yang berkembang itu tidak hanya bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit patogenik pada manusia, tetapi juga pada hewan - hewan peternakan. Rekayasa genetika pada tanaman yang dikonsumsi oleh hewan, seperti jagung dan gandum, diharapkan juga dapat mencegah infeksi patogen pada hewan dengan lebih efisien

2 komentar: